Senin, 23 Juni 2014

Terus Berjalan

Hari mulai petang saat aku menyusuri jalan setapak ini. Entah berapa kilo meter kaki kecilku sudah melangkah. Melangkah menjemput sebuah harapan. Kulihat sekelilingku, rasanya tidak ada seseorangpun yang dapat membantuku keluardari sini. Tibalah aku dipersimpangan jalan, belok kanan, kiri, atau melangkah lurus.
Aku bimbang memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin saja aku temui ketika memilih salah satu jalan itu. Desau angin mengesek dedaunan menambah rasa takutku, menyanyat pilu bagai alunan biola bernada sendu.
Ya Tuhan, apa yang harus aku perbuat?
Kakiku rasanya nyilu, apa lagi di bagian sendi, dahaga ku tak dapat ku tahan. Di dalam semua penderitaan ini tetap saja aku harus memilih salah satu arah.
Tapi di sana, di ujung pandangku. Kulihat ada seberkas cahaya berbendar.
Hatiku diliputi rasa hangat, semangat menyusupi relung-relung gamangku.
Apapun yang terjadi. Aku harus TERUS BERJALAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar